Tulisin dong
WHAT'S NEW?
untag surabaya untag surabaya Kreasi Mahasiswa Untag


ANALISIS JURNAL

TEMA
 JURNAL ILMIAH TENTANG MEMULAI SEBUAH USAHA

Judul                        :  
BUSINESS PLAN SEBAGAI AWAL MEMULAI USAHA

Pengarang/Tahun   :  
Supriyanto (Staf Pengajar FISE Universitas Negeri Yogyakarta)

Latar Belakang Masalah : 
Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.

Masalah                           : 
Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.

Tujuan Penelitian         

Banyak orang mengatakan bahwa “Ide atau gagasan” mahal harganya. Tentunya tidak sembarang ide, tetapi ide yang mempunyai nilai komersial dan ide itu ditulis dalam suatu rencana usaha atau rencana bisnis. Sebenarnya banyak orang mempunyai ide cemerlang, ide yang hebat-hebat serta mempunyai nilai komersial tinggi tetapi ide itu tetaplah hanya sekedar ide bahkan hanya sekedar impian yang numpang lewat, karena ide yang hebat tadi tidak pernah ditulis atau dikomunikasikan kepada pihak lain ataupun diimplementasikan.

Kesimpulan      

Dalam dunia praktek sehari-hari, ternyata banyak kendala yang ditemui baik dalam membuat business plan maupun implementasinya. Kendala yang sering ditemui dalam membuat business plan adalah sulitnya menemukan ide-ide yang dapat dijadikan proyek bisnis yang menguntungkan. Kendala lahirnya ide-ide kreatif yang punyai nilai ekonomis ini banyak terjadi karena kita sendiri sering kali kurang menyadari bahwa ide adalah hasil proses alam bawah sadar sehingga ide tidak akan hadir berkali-kali. Di sisi lain kita juga sering kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan mudah menyerah ketika menghadapi tantangan, padahal ide-ide kreatif, inovatif dan bernilai ekonomis justru sering lahir dari kepekaan kita terhadap lingkungan dan kemampuan kita merubah tantangan menjadi peluang.


Tema

PENGARUH SEBUAH PENGETAHUAN TERHADAP USAHA

Judul

Analisis Pengaruh Interaksi Pengetahuan Kewirausahaan Dan Efikasi Diri Terhadap Intensi Kewirausahaan.

Pengarang

Sarwono Nursito Arif Julianto Sri Nugroho(Staf Pengajar Universitas Widya Dharma Klaten)

Latar Belakang

Kewirausahaan diyakini dapat menjadi faktor pendorong kemajuan suatu negara. Diperlukan setidaknya 2% wirausahawan dari total jumlah penduduk untuk menjadikan suatu negara maju dan mandiri. Hal tersebut dapat dipahami karena sejumlah kecil wirausahawan tersebut dapat menciptakan lapangan pekerjaan yang akan memberikan efek positif bagi perekonomian. Apabila dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, yaitu sekitar 237 juta jiwa pada tahun 2010 menurut BPS, maka 2% bukanlah jumlah yang besar. Namun demikian, realitasnya jumlah wirausahawan di Indonesia hanya sekitar 0,2% dari total penduduk.

Rumusan Masalah

Intensi kewirausahaan dapat menjadi prediktor perilaku kewirausahaan yang akan memunculkan wirausahawan baru. Faktor internal dan eksternal dari individu ditenggarai berperan penting terhadap terbentukya intensi kewirausahaan. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimanakah pola pengaruh faktor-faktor tersebut.

Tujuan Penelitian

Secara umum penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor yang mempengaruhi intensi kewirausahaan di kalangan mahasiswan Tujuan umum tersebut selanjutnya dijabarkan dalam tujuan-tujuan spesifik, yaitu : 1. Mengetahui pengaruh pengetahuan kewirausahaan terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa. 2. Mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa. 3. Mengetahui pengaruh interaksi pengetahuan kewirausahaan dan efikasi diri terhadap intensi kewirausahaan mahasiswa.

Simpulan

Berdasarkan pada hasil pengujian dan analisis data, maka simpulan dalam penelitian ini adalah: pendidikan kewirausahaan diterima dan membentuk pengetahuan kewirausahaan mahasiswa berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap intense kewirausahaan mahasiswa. Hal ini dapat dilihat dari nilai koefisien pendidikan kewirausahaan yaitu 0,376 , t = 4,530 dengan signifikasi 0,001. Selain pendidikan kewirausahaan, intense kewirausahaan mahasiswa juga dipengaruhi oleh faktor internal dalam diri mahasiswa, yaitu efikasi diri.
   



Tulisin dong | Kewirausahaan atau Wirausaha adalah proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan membawa visi ke dalam kehidupan.Visi tersebut bisa berupa ide inovatif, peluang, cara yang lebih baik dalam menjalankan sesuatu.Hasil akhir dari proses tersebut adalah penciptaan usaha baru yang dibentuk pada kondisi risiko atau ketidakpastian.

Ciri-ciri dan Sifat kewirausahaan

Untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan, maka setiap orang memerlukan ciri-ciri dan juga memiliki sifat-sifat dalam kewirausahaan. Ciri-ciri seorang wirausaha adalah:
  • Percaya diri
  • Berorientasikan tugas dan hasil
  • Berani mengambil risiko
  • Kepemimpinan
  • Keorisinilan
  • Berorientasi ke masa depan
  • Jujur dan tekun

Sifat-sifat seorang wirausaha adalah
  • Memiliki sifat keyakinan, kemandirian, individualitas, optimisme.
  • Selalu berusaha untuk berprestasi, berorientasi pada laba, memiliki ketekunan dan ketabahan, memiliki tekad yang kuat, suka bekerja keras, energik dan memiliki inisiatif.
  • Memiliki kemampuan mengambil risiko dan suka pada tantangan.
  • Bertingkah laku sebagai pemimpin, dapat bergaul dengan orang lain dan suka terhadap saran dan kritik yang membangun.
  • Memiliki inovasi dan kreativitas tinggi, fleksibel, serba bisa dan memiliki jaringan bisnis yang luas.
  • Memiliki persepsi dan cara pandang yang berorientasi pada masa depan.
  • Memiliki keyakinan bahwa hidup itu sama dengan kerja keras.

Tahap-tahap kewirausahaan

Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’.Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.


Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.


Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Tahap mengembangkan usaha

Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.


Sikap wirausaha

Dari daftar ciri dan sifat watak seorang wirausahawan di atas, dapat kita identifikasi sikap seorang wirausahawan yang dapat diangkat dari kegiatannya sehari-hari, sebagai berikut:

Disiplin

Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki kedisiplinan yang tinggi.Arti dari kata disiplin itu sendiri adalah ketepatan komitmen wirausahawan terhadap tugas dan pekerjaannya. Ketepatan yang dimaksud bersifat menyeluruh, yaitu ketepatan terhadap waktu, kualitas pekerjaan, sistem kerja dan sebagainya.Ketepatan terhadap waktu, dapat dibina dalam diri seseorang dengan berusaha menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang direncanakan.Sifat sering menunda pekerjaan dengan berbagai macam alasan, adalah kendala yang dapat menghambat seorang wirausahawan meraih keberhasilan.Kedisiplinan terhadap komitmen akan kualitas pekerjaan dapat dibina dengan ketaatan wirausahawan akan komitmen tersebut. Wirausahawan harus taat azas. Hal tersebut akan dapat tercapai jika wirausahawan memiliki kedisiplinan yang tinggi terhadap sistem kerja yang telah ditetapkan.Ketaatan wirausahawan akan kesepakatan-kesepakatan yang dibuatnya adalah contoh dari kedisiplinan akan kualitas pekerjaan dan sistem kerja.

Komitmen Tinggi

Komitmen adalah kesepakatan mengenai sesuatu hal yang dibuat oleh seseorang, baik terhadap dirinya sendiri maupun orang lain.Dalam melaksanakan kegiatannya, seorang wirausahawan harus memiliki komitmen yang jelas, terarah dan bersifat progresif (berorientasi pada kemajuan).Komitmen terhadap dirinya sendiri dapat dibuat dengan identifikasi cita-cita, harapan dan target-target yang direncanakan dalam hidupnya.Sedangkan contoh komitmen wirausahawan terhadap orang lain terutama konsumennya adalah pelayanan prima yang berorientasi pada kepuasan konsumen, kualitas produk yang sesuai dengan harga produk yang ditawarkan, penyelesaian bagi masalah konsumen, dan sebagainya.Seorang wirausahawan yang teguh menjaga komitmennya terhadapkonsumen, akan memiliki nama baik di mata konsumen yang akhirnya wirausahawan tersebut akan mendapatkan kepercayaan dari konsumen, dengan dampak pembelian terus meningkat sehingga pada akhirnya tercapai target perusahaan yaitu memperoleh laba yang diharapkan.

Jujur

Kejujuran merupakan landasan moral yang kadang-kadang dilupakan oleh seorang wirausahawan. Kejujuran dalam berperilaku bersifat kompleks.Kejujuran mengenai karakteristik produk (barang dan jasa) yang ditawarkan, kejujuran mengenai promosi yang dilakukan, kejujuran mengenai pelayanan purnajual yang dijanjikan dan kejujuran mengenai segala kegiatan yang terkait dengan penjualan produk yang dilakukan olehwirausahawan.

Kreatif dan Inovatif

Untuk memenangkan persaingan, maka seorang wirausahawan harus memiliki daya kreativitas yang tinggi.Daya kreativitas tersebut sebaiknya dilandasi oleh cara berpikir yang maju, penuh dengan gagasan-gagasan baru yang berbeda dengan produk-produk yang telah ada selama ini di pasar.Gagasan-gagasan yang kreatif umumnya tidak dapat dibatasi oleh ruang, bentuk ataupun waktu.Justru seringkali ide-ide jenius yangmemberikan terobosan-terobosan baru dalam dunia usaha awalnya adalah dilandasi oleh gagasan-gagasan kreatif yang kelihatannya mustahil.

Mandiri

Seseorang dikatakan “mandiri” apabila orang tersebut dapat melakukan keinginan dengan baik tanpa adanya ketergantungan pihak lain dalammengambil keputusan atau bertindak, termasuk mencukupi kebutuhan hidupnya, tanpa adanya ketergantungan dengan pihak lain.Kemandirian merupakan sifat mutlak yang harus dimiliki oleh seorang wirausahawanPada prinsipnya seorang wirausahawan harus memiliki sikap mandiri dalam memenuhi kegiatan usahanya.

Realistis

Seseorang dikatakan realistis bila orang tersebut mampu menggunakan fakta/realita sebagai landasan berpikir yang rasional dalam setiap pengambilan keputusan maupun tindakan/ perbuatannya.Banyak seorang calon wirausahawan yang berpotensi tinggi, namun pada akhirnya mengalami kegagalan hanya karena wirausahawan tersebut tidak realistis, obyektif dan rasional dalam pengambilan keputusan bisnisnya.Karena itu dibutuhkan kecerdasan dalam melakukan seleksi terhadap masukan-masukan/ sumbang saran yang ada keterkaitan erat dengan tingkat keberhasilan usaha yang sedang dirintis.


Faktor Kegagalan Dalam Wirausaha


  • Tidak kompeten dalam manajerial.
  • Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.
  • Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.
  • Kurang dapat mengendalikan keuangan. Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.
  • Gagal dalam perencanaan.
  • Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.
  • Lokasi yang kurang memadai.
  • Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha. Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.
  • Kurangnya pengawasan peralatan.
  • Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas. Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.
  • Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
  • Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.
  • Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
  • Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.


Tulisin dong | Dalam menjalankan sebuah usaha, tentunya kita akan memiliki kompetitor . Untuk mempertahankan posisi ataupun menghadapi persaingan tersebut, ada baiknya kita tidak perlu terlalu fokus kepada kompetitor,  namun lebih fokus kepada para pelanggan. Sebagai contoh mari amati studi kasus di bawah ini.

Perusahaan dengan fokus pada pesaing
Situasi
1.  Perusahaan A memberikan free ongkir hingga pulau P sehingga membuat banyak penjualan beralih ke mereka
2.     Perusahaan B meningkatkan jumlah distributornya ke wilayah Jawa Timur
3.     Perusahaan C menggunakan artis terkenal sebagai brand mereka
Reaksi
1.     Kita akan berupaya memberikan diskon spesial untuk penjualan ke pulau P.
2.     Kita akan meningkatkan biaya iklan untuk wilayah Jawa Timur.
3.     Kita akan menurunkan harga produk.
Jenis perencanaan ini akan terlalu fokus kepada kompetitor,  sehingga mengakibatkan posisi kita tegantung pada kompetior kita.

Perusahaan dengan fokus pada pelanggan
Dalam menjalankan strategi, kita akan teetuju pada kepuasan pelanggan terhadap produk yang kita sediakan.
Situasi
1. Penjualan mengalami peningkatan di wilayah Indonesia Timur.
2. Segmen pasar yang cepat menyerap produk kita mayoritas adalah  perempuan.
3. Semakin banyak yang menggunakan smartphone dalam mengakses website dan melakukan pembelian.
Reaksi
1.   Kita akan membuka jaringan distributor yang meluas ke Indonesia timur supaya akses terhadap barang yang kita jual akan lebih mudah.
2.    Kita akan melakukan inovasi produk yang dikhususkan kepada perempuan.
3.     Kita akan meningkatkan kemampuan website agar lebih responsif.
Dengan mengamati kebutuhan konsumen, tentunya kita akan mampu mengembangkan ataupun memunculkan ide-ide kreatif untuk meningkatkan usaha kita. Dari studi kasus di atas maka kita dapat melihat strategi mana yang harus kita gunakan.


Tulisin dong | Sekarang sudah semakin banyak wirausahawan yang bermunculan. Dari mereka yang sudah sukses maupun yang baru memulai menjalankan wirausaha.

Jika ingin menjadi wirausahawan tentunya tidak akan berjalan secara instan. Anda harus memulai dari yang paling sederhana. Berwirausaha tentunya memiliki tahap-tahap yang mungkin harus kamu lalui agar kamu menjadi lebih sukses dan tentunya menghindari kemungkinan gagal. Berikut ini beberapa tahapan untuk memulai berwirausaha. 

Tahap memulai

Tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan ‘’franchising’’. Tahap ini juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri, atau jasa.

Tahap melaksanakan usaha

Dalam tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek: pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil risiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.

Tahap mempertahankan usaha

Tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi.
Tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.




Tulisin dong | Hai, kali ini aku akan bahas tentang apa itu wirausaha. Tulisan ini sambungan dari artikel sebelumnya, yaitu pengertian kewirausahaan. Sebenernya pengertian wirausaha dan kewirausahaan itu pemamannya berbeda.

Wirausaha adalah kemampuan untuk berdiri sendiri mengejar peluang yang menuntut kemampuan mengelola dan pengalaman untuk memacu kreativitas. 

Seperti biasanya, sangat banyak pendapat yang berbeda dari para ahli, namun tetap memiliki kesimpulan yang sama. Berikut ini beberapa pengertian wirausaha menurut beberapa ahli.

Richard Cantillon (1755)
Entrepreneurial is an innovator and individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).

J.B Say (1803)
Wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efekif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi lebih tinggi.

Dan Stein dan John F. Burgess (1993:35)
wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala risiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.

Schumpeter (dalam Bygrave, 1996)
wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang dan menciptakan oragnisasi untuk mengejar peluang tersebut.

Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004)
wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa dijual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

Dan dari beberapa pengertian di atas, jika disimpulkan akan menghasilkan arti yang sama dari kata wirausaha.